Teknik Budidaya Belut Pada Lahan Sempit

Teknik Budidaya Belut Pada Lahan Sempit

Sebelum memulai usaha budidaya belut di lahan sempit, Anda harus mempersiapkan media berupa kolam. Bagi Anda yang memilikl lahan sempit di pekarangan rumah, dapat membuat sendiri kolam semen dengan ukuran yang disesuaikan dengan jumlah luas lahan yang dimiliki. Dengan membuat sendiri kolam, Anda sudah melakukan penghematan sebagian biaya produksi yang harus dikeluarkan untuk membuat media budidaya.  Hal pertama yang harus Anda ketahui dan pelajari saat ingin memulai budidaya belut adalah teknik yang tepat daiam usaha ternak belut itu sendiri. Setiap teknik harus diikuti dengan baik, agar menghasilkan belut yang berkualitas baik dan dapat diterima di pasar. Pada bagian ini, Anda akan diperkenalkan dan bisa memilih salah satu teknik yang cocok dengan lahan atau tempat untuk melakukan ternak belut.

A. TEKNIK BUDIDAYA BELUT DI KOLAM SEMEN

TEKNIK BUDIDAYA BELUT DI KOLAM SEMEN

Sebelumnya telah dijelaskan tentang media yang dapat digunakan untuk budidaya belut. Salah satu media tersebutf adalah kolam semen. Media berupa kolam semen juga dapat dibuat di lahan sempit di sekitar rumah Anda. Kolam yang belum digunakan terlebih dahulu harus dicangkul-(sekitar 1 m) dasar-dasar tepian kolamnya dan beri pupuk agar memudahkan daiam pembentukan lumpur, sehrngga dapat memudahkan belut daiam melakukan perkawinan. Lumpur yang digunakan untuk perkawinan harus berbenuilc huruf U. Untuk itu, lumpur yang digunakan harus memiliki kedalaman kira-kira 15-20 cm di bagian daiam kolam. Saat Anda membuat kolam semen dengan luas 1 m2, benih yang diperlukan sebanyak 1-2 kg/ kolam. Apabila belut sudah besar, maka harus dilakukan penjarangan agar tidak saling berebut pakan.

Setelah dasar kolam semen selesai dicangkul dan diberl pupuk, selanjutnya Anda mempersiapkan saluran pemasukan air. Sebaiknya, saluran air yang digunakan harus tertutup agar belut tidak mudah lepas (kabur). Anda harus memerhatikan kondisi air yang akan digunakan untuk mengaliri kolam. Tidak diperkenankan menggunakan air tawar yang mengandung bekas sabun dan deterjen, mengandung pestisida, mengandung minyak, limbah pabrik, dan sebagainya. Pembuatan kolam semen untuk budidaya belut sangat mudah. Anda tinggal mempersiapkan bahan, seperti batu kali, batu bata atau batako, semen, dan pasir yang akan digunakan untuk membuat kolam semen. Para peternak belut umumnya membuat kolam yang berbentuk persegi dengan ukuran yang disesuaikan dengan lahan yang ada.

Setiap benda yang dibuat oleh manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Sama halnya dengan kolam semen yang telah dibuat manusia, memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang diperoleh saat Anda membuat kolam semen untuk budidaya belut adalah kolam ini lebih tahan lama dibandingkan dengan kolam lain. Adapun kekurangannya adalah lebih repot memelihara kolamnya

terutama saat musim panen tiba, karena Anda harus  membersihkan lumpur untuk mengeluarkan belutnya.Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi kerepotan saat panen belut, Anda dapat membuat kolam  yang memudahkan saat panen. Sebaiknya, saat membuat  kolam harus berada di atas permukaan tanah (1 m), dengan pembuatan dasar kolam kira-kira 20-30 cm. Pada salah satu dinding kolam, harus dibuat saluran pembuangan yang terbuat dari paralon (diameter 4 inchi). Saat panen, Anda tinggal membuka penyumbatnya, sehingga lumpur dan belut dapat keluar dengan mudah. Selain itu, saat musim hujan tiba, agar airnya tidak meluber, pada bagian bibir kolam harus diberi lubang pelimpah yang terbuat dari paralon (diameter 1/2 inchi).

B. TEKNIK BUDIDAYA BELUT DI KOLAM TERPAL

TEKNIK BUDIDAYA BELUT DI KOLAM TERPAL

Selain menggunakan kolam semen, Anda juga dapat menggunakan kolam terpal untuk budidaya belut. Budidaya belut di kolam terpal dapat dijadikan sebagai salah satu cara yang efektif budidaya di lahan sempit. Kolam ini memiliki keuntungan karena selain dapat dibuat di lahan sempit, kolam ini juga mudah untuk dibongkar pasang tanpa merusak lahan pekarangan Anda.  Keuntungan lain dari pembuatan kolam terpal adalah bahan dan alat yang digunakan dalam proses pembuatannya sangat mudah diperoleh di sekitar rumah Anda. Ada beberapa bahan dan alat yang harus Anda persiapkan dalam membuat kolam terpal untuk budidaya belut, antara lain sebagai berikut:

  • Terpal Plastik
  • Tali/Kawat
  • Kayu
  • Paku
  • Palu

Setelah berbagai bahan dan alat Anda persiapkan dengan baik, selanjutnya adalah teknik pembuatan kolam terpal tersebut. Langkah-langkah yang harus Anda lakukan untuk membuat kolam terpal, antara lain sebagai berikut.

  1. Buat kerangka kolam berbentuk kubus (knock down).
  2. Pasangkan terpal pada kerangka tersebut.
  3. Dalam kolam terpal tersebut, masukkan lumpur dan bahan organik lainnya yang dapat memberikan kenyamanan hidup belut.
  4. Persiapkan saluran air untuk dimasukkan dalam kolam terpal tersebut.
  5. Kolam terpal siap digunakan untuk dimasukkan benih belut.

Selain menggunakan teknik tersebut,Anda juga dapat membuat kolam terpal dengan menambahkan pelepah (gedebob) pisang ke dalamnya.Adapun langkah-langkii yang harus -Anda lakukan untuk membuat kolam terpal dengan pelepah pisang, antara lain sebagai berikut:

  1. Siapkan kolam terpal yang akan digunakan untuk memelihara
  2. Lakukan pencacahan terhadap pelepah pisang.
  3. Masukkan cacahan pelepah pisang bersama dengan air dalam kolam terpal. Biarkan selama 3 hari atau hingga terjadi pematangan.
  4. Setelah matang, bersihkan kolam terpal agar getah dari pelepah pisang hilang. Kemudian, isi air kembali dan biarkan selama 3 hari.
  5. Lakukan pengurasan kembali pada kolam terpal, lalu isi dengan air bersih.
  6. Masukkan tanaman air (eceng gondok) dalam kolam terpal.
  7. Benih belut siap dimasukkan dalam kolam terpal.

C. TEKNIK BUDIDAYA BELUT Dl AIR TANPA LUMPUR

Mungkin dalam benak Anda terpikir, apakah bisa memelihara belut tanpa lumpur? Karena dalam setiap pembahasan, selalu menyebutkan lumpur merupakan hal utama yang harus ada dan dibutuhkan oleh belut agar dapat melangsungkan hidupnya di berbagai media budidaya.  Ternyata memang benar, belut dapat dipelihara di dalam air bersih tanpa lumpur. Teknik ini merupakan teknik terbaru yang untuk pertama kalinya dikembangkan oleh para peneliti di Negara Jepang. Keuntungan melakukan budidaya belut dengan teknik ini adalah tidak banyak menyita waktu karena dilakukan lebih efektif dan efisien.

Para peternak belut tidak usah repot-repot mencari bahan-bahan campuran untuk media budidaya, seperti pelepah pisang, jerami, lumpur, dan sebagainya, sehingga tidak perlu dilakukan fermentasi pada media budidaya.  Untuk lebih jelasnya, berbagai keuntungan yang diperoleh dari budidaya belut menggunakan air tanpa lumpur, akan dirinci berikut.

  1. Ternak belut dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.
  2. Pertumbuhan belut dapat terkontrol dengan baik.
  3. Penebaran benih belut dapat ditebarkan lebih banyak.
  4. Pemberian pakan dapat terkontrol karena disesuaikan dengan kebutuhan.
  5. Mengurangi kanibalisme antarsesama belut.

Selain keuntungan, ada beberapafaktoryangharusAnda lakukan saat akan melakukan ternak belut menggunakan air bersih tanpa lumpur, antara lain sebagai berikut:

  1. Ketersediaan dan sirkulasi air bersih yang harus selalu dikontrol.
  2. Ketersediaan pakan yang cukup untuk perkembangan dan pertumbuhan belut.
  3. Pemilihan bibit belut yang berkualitas baik.

D.TEKNIK BUDIDAYA BELUT DALAM TONG/DRUM

Teknik budidaya belut yang dapat dilakukan menggunakan lahan sempit adalah di dalam tong/drum. Drum/tong yang dapat Anda gunakan untuk memelihara belut, biasanya drum seukuran bekas oli. Untuk menghindari pengaratan pada drum, sebaiknya lakukan pengecatan terhadap drum. Setelah cat kering, Anda dapat memasukan lumpur setebal 40-50 cm, sebelum diisi air.  Teknik yang dapat Anda lakukan dalam membuat drum/ tong untuk memelihara belut, antara lain sebagai berikut.

  1. Siapkan    drum    plastik    untuk  menampung belut.
  2. Letakkan    drum    dengan    posisi  mendatar.
  3. Buat saluran pembuangan pada drum.
  4. Masukan lumpur dalam drum setebal 40-50 cm.
  5. Masukkan air bersih dalam drum setinggi 15 cm di atas lumpur.
  6. Buat peneduh agar belut terhindar dari terik sinar matahari.
  7. Benih belut siap dimasukkan dalam drum tersebut.

 

Baca Juga:

 

Demikian Teknik Budidaya Belut Pada Lahan Sempit.Semoga dapat menjadi referensi dan bermanfaat

Teknik Budidaya Belut Pada Lahan Sempit | seputarikan | 4.5