Pemberian Pakan Dan Vitamin Pada Budidaya Belut

Pemberian Pakan Dan Vitamin Pada Budidaya Belut

Salah satu kunci keberhasiian dalam budidaya belut ditentukan oleh pakan yang digunakan untuk budidaya belut. Untuk itu, ketersediaan pakan harus disesuaikan dengan kebutuhan hidup belut tersebut. Tanpa pakan dengan kandungan nutrisi yang tepat, maka pertumbuhan belut tidak akan baik dan optimal. Jenis pakan yang digunakan untuk belut ada dua jenis, yaitu pakan alarm dan pakan buatan. Pakan alami merupakan pakan yang berasal dari alam, seperti cacing, bekicot, belatung, keong, dan sebagainya. Sementara itu, pakan buatan merupakan pakan yang berasal dari olahan pabrik, seperti pelet. Sebaiknya, Anda melakukan kombinasi antara pakan alami dan pakan buatan. Dengan melakukan kombinasi pakan, maka nutrisi yang dibutuhkan belut akan terpenuhi dengan sempurna. Dengan cara seperti itu, belut dapat tumbuh dengan optimal dan tidak mudah terserang hama dan penyakit.

A.PAKAN BELUT

Agar menghasilkan belut dengan kualitas baik, sehingga memberikan keuntungan bagi peternak belut, maka diperlukan pemilihan pakan yang tepat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2008), pakan diartikan sebagai makanan ternak. Dalam pertumbuhannya, belut memerlukan pakan. Jenis pakan alami merupakan kebutuhan pokok dalam pertumbuhan belut. Jenis pakan alami yang digunakan untuk makanan belut, antara lain cacing, kecebong, bekicot (keong mas), belatung, kecoa, dan sebagainya. Jenis cacing tanah yang digunakan untuk pakan belut dapat dikembangbiakkan sendiri dalam sebuah kotak kayu atau terpal. Sementara itu, budidaya bekicot dapat dilakukan di dalam kolam yang di atasnya diletakkan tanaman air agar dapat berkembang biak dengan baik. Adapun budidaya kecebong yang biasnya dilakukan dengan cara memasukkan sepasang katak jantan ataupun katak betina dalam kolam belut, sehingga mereka kawin dan menghasilkan teluryang menetas menjadi kecebong.

1.Jenis Pakan Belut

Cara makan belut adalah dengan menyergap makanan yang diberikan atau yang ada di sekltarnya (secara alami) dengan membuat sebuah lubang perangkap. Lubang ini memiliki bentuk seperti terowongan dengan diameter sekitar 5cm. Teknik pemberian pakan dalam budidaya belut, cukup Anda lakukan selama satu kali dalam sehari. Adapun waktu yang tepat dalam pemberian makan adalah sore hari. Sebab, belut termasuk hewan yang mencari makan di malam hari (nocturnal). Apabila dibandingkan dari segi pemberian pakan, ternyata budidaya belut itu lebih mudah dibandingkan dengan budidaya lele.  Jenis-jenis pakan yang diberikan pada belut dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu sebagai berikut.

a. Pakan alami

Pakan alami atau sering disebut juga pakan segar. Mengapa dikatakan pakan segar? Apabila Anda amati bahwa hampir semua pakan yang diberikan pada belut berasal dari alam. Untuk itu, rasanya tidak tepat bila dikatakan sebagai pakan alami saja. Maksud dari pakan alami di sini adalah pakan segar yang diperoleh dari alam secara langsung dan dalam keadaan segar, tanpa proses pengolahan dan pengombinasian dengan bahan lainnya. Sebenarnya, jenis pakan alami untuk belut sangat banyak, terutama yang berasal dari daging. Anda dapat memberikan pakan alami pada belut dengan baik. Jenis-jenis pakan alami tersebut antara lain sebagai berikut.

1)Ikan

Ikan Merupakan pakan utama bagi belut.Kandungan protein yang terdapat dalam ikan sangat tinggi dan harganya pun relatif lebih murah bila dibandingkan dengan pakan buatan. Jenis ikan yang diberikan biasanya Ikan rucah, dengan harga di pasaran sangat rendah. Sehingga, Anda dapat membelinya. Jenis ikan ini dapat diberikan dalam kondisi segar, kering, atau dalam bentuk tepung. Apabila Anda berniat untuk memberikan ikan rucah dalam keadaan segar, terlebih dahulu harus dicacah agar mudah dicerna oleh belut.

2) Bekicot

Bagi Anda yang tinggal di sekitar persawahan, pasti sudah tidak aneh dengan bekicot, bukan? Bekicot biasanya hidup di sawah karena sawah termasuk tempat yang lembab. Bagi para petani, bekicot merupakan hama penggangu tanaman padi. Untuk itu, sistem mutualisme bisa Anda terapkan. Artinya, Anda dapat memanfaatkan bekicot untuk pakan belut, sedangkan petani akan merasa senang karena sudah tidak ada lagi hama penggangu di sawahnya. Namun saat ini, keberadaan belut di alam bebas sudah jarang sekali ditemukan, sehingga banyak dibudidayakan secara intensif.

Cara pemberian bekicot pada belut adalah dengan membuang terlebih dahulu kulit atau cangkang pembungkus bekicot. Kemudian, daging bekicot dicincang kecil-kecil, sehingga belut dapat mencernanya dengan baik.

3)Keong Mas

Bentuk keong mas hampir sama dengan bekicot karena berasal dari family yang sama.Keong juga memiliki populasi yang besar di daerah dataran rendah (sawah) terutama di daerah pesisir yang sering tergenang oleh air.Di temoat hidupnya populasi keong emas sangat cepat dan kandungan nutrisinya juga sangat baik bagi pertumbuhan belut.

4) Cacing Tanah

Sumber pakan belut lain yang sangat potensial adalah cacing tanah. Jenis cacing ini sangat mudah ditemukan di dalam tanah-tanah lembap dengan kandungan bahan organiktinggi. Cacing tanah termasukbinatang yang mudah dalam pemeliharaannya dan mudah berkembangbiak.

b.Pakan Buatan

Pakan buatan merupakan pakan hasil olahan pabrik atau buatan manusia. Pakan buatan untuk belut biasanya berupa adonan yang terdiri atas bahan-bahan dengan berbagai nutrisi, protein, vitamin, dan mineral yang diolah hingga menjadi tepung dan apabila dimasukan dalam air tidak mudah hancur. Contoh pakan buatan yang biasa digunakan untuk belut adalah pelet lele. Mengapa pelet lele? Jenis pakan buatan yang dikhususkan untuk belut belum ada dan belum beredar di pasaran. Selain itu, pakan lele tidak akan jauh beda dengan pakan buatan yang jnakan untuk belut.

2. Pemberian Pakan Belut

Dalam setiap tahap pembesa ran (pembesara n tahap tap 2), memiliki jenis pakan yang berbeda-beda Jenis pakan yang digunakan untuk bibit belut pada pembesaran tahap 1 berbeda dengan pemberianj pakan pada pembesaran tahap 2. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut.

a. Pakan pembesaran tahap 1

Jenis pakan yang dibutuhkan dalam pembesaran tahap 1 biasanya lebih mengutamakan pakan yang berasal dari alam misalnya saja K plankton, protozoa, cacing kecil, dan ,berbagai jenis miikro lainnya. Biasanya, pakan alami dapat diperoleh proses pembusukan bahan-bahan organik seperti jerami. kotoran ternak, batang pisang, dan sebagainya yang digunakan sebagai media kolam. Selama 1-2 minggu, bibit belut tidak perlu diberi makanan atau pakan tambahan karena jumlah pakan alami yang disediakan oleh alam sudah cukup memenuhi nutrisi dalam tubuhnya.  Pada minggu ke~3, pemberian pakan tambahan padabibit belut perlu dilakukan. Hal ini untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan bibit belut itu sendiri.

Jenis pakan yang dapat diberikan bisa dari jenis pakan alami ataupun jenis pakan buatan. Pada bibit belut yang berukuran kecil, otomatis ukuran mulutnya juga kecil. Untuk itu, teknik pemberian makan juga perlu diperhatikan. Apabila ukuran pakan lebih besar dari ukuran mulutnya, maka belut tidak akan makan pakan tersebut. Untuk itu, pemberian pakan alami, seperti cacing, keong, dan bekicot harus dicincang terlebih dahulu hingga menjadi pasta agar dapat dengan mudah dimakan oleh bibit belut.Jtebnentara itu, khusus untuk makanan buatan jenis pelet, sebaiknya berikan pelet dengan ukuran 0,5-1 mm. Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan saat memberikan pakan tambahan pada bibit belut, antara lain sebagai berikut.

  1. Ukuran pakan yang akan diberikan harus sesuai dengan ukuran mulut belut.
  2. Berikan pakan pada sore hari karena belut mencari makan pada malam hari (biasanya antara pukul 21.00-23.00 malam).
  3. Jumlah pakan yang diberikan adalah 5% dari bobot total belut yang disebar selama minggu ke-3 dan minggu ke-4.

b. Pakan pembesaran tahap 2

Pemberian pakan pada pembesaran bibit belut tahap 2 berbeda dengan pemberian pakan pada pembesaran tahap 1. Hal ini karena pada pembesaran tahap 2 ini, belut memerlukan pakan yang lebih banyak dan lebih intensif. Ketersedian pakan alami tidak dapat menutupi kebutuhan pakan belut. Untuk itu, perlu diberikan pakan tambahan, dari mulai belut dimasukkan dalam kolam dengan porsi yang lebih banyak dibandingkan pakan alami. Jenis pakan tambahan yang diberikan dapat berupa pakan alami dan pakan buatan.  Jenis pakan yang paling baik diberikan pada belut dalam pembesaran tahap 2 ini adalah yang lebih bervariasi, karena kandungan dari setiap bahan untuk pakan berbeda-beda. Pakan yang paling baik adalah yang mengandung protein di atas 50% dan kandungan-kandungan lain yang diperlukan belut. Jenis pakan buatan (pelet lele) sepertinya sudah cukup memenuhi kebutuhan gizi bagi belut.

Pemberian pakan buatan (pelet) pada belut memang memerlukan biaya yang tidak sedikit. Bisa-bisa, Anda akan mengalami kerugian akibat membengkaknya jumlah pakan buatan yang diberikan. Cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan mengombinasikan pemberian pakan, antara pakan alami dan pakan buatan. Misalnya, dengan pemberian makan: bekicot-pelet-ikan, rucah-keong-cacing, masing-masing diberikan secara bergantian. Dalam pemberian pakan pada belut, tidak memerlukan aturan yang ketat. Hanya saja, diperlukan pemberian makanan yang lebih variatif. Hal ini dilakukan agar perkembangan belut baik dan untuk mengurangi pengeluaran besar akibat pembelian pelet.  Jumlah pakan yang diberikan pada pembesaran belut tahap 2 ini adalah 5% dari bobot belut yang disebar selama bulan pertama. Bulan berikutnya, jumlah pakan yang diberikan pada belut harus dua kali lipat dari pemberian sebelumnya. Selain pemberian pakan, sebaiknya kolam diisi dengan bahan-bahan yang dapat menumbuhkan pakan untuk belut.

B.VITAMIN UNTUK BELUT

Aagar dapat tumbuh dengan baik,manusia memerlukan asupan gizi yang baik jga.salah satunya adalah dengan pemberian vitamin yang cukuo sebagai sumber energi dan penambah nafsu makan.Seperti manusia,bekut juga memerlukan asupan khusus berupa vitamin.Mengapa perlu diberi vitamin? Vitamin yang diberikan kepada belut berguna untuk menambah nafsu makan dan merangsang pertumbuhannya gar lebih cepat dan optimal Apakah Anda tahu jenis vitamin yang baik untuk belut? Jenis vitamin yang diberikan kepada belut berasal dari racikan-racikan bahan alami, sehingga menjadi jamu. Ada beberapa bahan yang harus Anda persiapkan untuk membuat vitamin yang akan diberikan pada belut, antara lain sebagai berikut.

Bahan:    

  • 1 liter jamu
  • 1 liter molases
  •   100 liter air bersih

Alat:

  • Ember
  • Alat Pemgaduk

Cara membuat:

  1. Campur antara komposisi jamu dan molases ke dalam air bersih. Aduk hingga rata.
  2. Oiamkan selama 1 minggu, sehingga akan menghasilkan vitamin belut sebanyak 102. liter.
  3. Berikan kepada belut dengan dosis yang tepat.

Dengan pemberian vitamin ini, maka pertumbuhan belut akan cepat karena nafsu makannya bertambah. Apakah Anda tahu apa itu molases?Molases atau tetes tebu merupakan bahan tambahan alami yang digunakan dalam pemurnian gula. Bentuk molases berupa cairan kental, berwarna cokelat kehitam-hitaman, memiliki bau khas, memiliki rasa sepat manis. Molases biasanya diberikan pada ternak sapi, babi, kuda, dan ayam.

Salah satu manfaat pemberian molases sebagai tambahan pada pakan adalah dapat menambah nafsu makan hewan ternak, sehingga dapat meningkatkan bobot badan. Namun, pemberian molases juga harus dengan dosis yang tepat (tidak boleh lebih dari 5%), karena dengan pemberian yang berlebihan 1 dapat mengakibatkan berkurangnya bobot badan hewan ternak. Kandungan gizi yang terdapat dalam mo/osesl berupa sumber protein, vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh belut.

Pemberian vitamin yang tepat pada belut banyak memberikan manfaat besar bagi para peternak belut. Lalu, apa saja manfaat dari pemberian vitamin ini? Manfaat-manfaat yang diperoleh dari pemberian vitamin pada belut, antara lain sebagai berikut.

  • Meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga belut tidak mudah terserang penyakit.
  • Menambah nafsu makan, sehingga bobot belut semakin bertambah.
  • Dapat mengobati belut yang terkena jamuran atau penyakit.
  • Mampu menetralisasi sisa-sisa pakan yang ada dalam kolam.
  • Akan menghasilkan belut dengan kualitas baik dan besar-besar.

 

Demikian artikel tentang Pemberian Pakan Dan Vitamin Pada Budidaya Belut,Semoga bermanfaat

Pemberian Pakan Dan Vitamin Pada Budidaya Belut | seputarikan | 4.5