Tips Memilih Induk Lobster yang Bertelur Dengan Benar

Memilih Induk Lobster yang Bertelur

A.    Tanda Indukan Bertelur

Tanda-tanda indukan yang telah melakukan pemijahan pada lobster air tawar adalah ekomya dilipat ke bawah hingga kipas ekomya mengenai kaki dan terlihat busa pada badannya. Pada awal-awal bertelur, lobster indukan tersebut sering berdiam dan badanya terbalik seolah-olah mati. Namun, setelah beberapa hari akan beraktivitas sepertibiasa, tetapi masih banyak diam dan ekorya masih dilipat.

B.    Pemindahan Induk Bertelur

Indukan lobster yang bertelur dan baru bertelur alangkah baiknya jangan dipindahkan terlebih dahulu karena dalam pemindahan ini mungkin pembuahan belum sempurna sehingga telur tidak terbentuk dengan baik dan pertumbuhan telur juga terganggu. Untuk indukan yang akan dipindahkan, ,P sebaiknya pada masa terlur sudah terlihat dengan wama r krim atau telur berumur 7 hari. Indukan yang bam bertelur j. masih akan dijaga oleh jantanny hingga 3 hari. Pemindahan indukan yang bertelur sebaiknya dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari perontokan telur oleh | indukan akibatstres.

Cara terbaik untuk memindahkan induk bertelur adalah dengan memindahkan indukan bersamaan dengan tempat sembunyiannya secara pelahan-lahan diangkat dari tempat pemijahannya. Jika indukan tidak berada dalam tempat sembunyian, kita hams dengan hati-hati mengiring indukan tersebut masuk ke dalam tempat persembunyian tersebut, kemudian barn dipindahkan.

Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, sebaiknya indukan yang akan dipindahkan itu tidak terlalu jauh antara tempat pemijahan dan tempat pengeraman.

C. Pemijahan

Indukan yang dipilih untuk dipijah itu seharusnya diberlakukan sedemikian rupa untuk menyakinkan bahwa indukan dalam kondisi prima agar dapat menghasilkan telur secara terns menerus. Pemijahan ini dilakukan dengan menggunakan tempat atau wadah yang berbeda dengan diberi tanda, misalnya untuk indukan A pada saat telur menetas, burayak hasil tetasan tersebut diberi tanda, misalnya A1 dan seterusnya. Hal ini dimaksudkan agar pada saat burayak ini sudah siap untuk dikawinkan tidak terjadi perkawinan sedarah atau inbreeding.

Dalam pemijahan ini, sebaiknya kita mengunakan kolam atau bak yang berukuran kecil dalam jumlah yang banyak daripada mengunakan kolam yang berukuran besar namun jumlahnya sedikit. Hal ini untuk mendptakan variasi genetika dan mengurangi terjadi inbreeding dan meningkatkan pemilihan indukan dalam jangka panjang.

Lobster akan melakukan pemijahan pada suhu yang paling ideal adalah 27oC dengan penyinaran yang cukup. Selama melakukan pemijahan ini, pakan yang diberikan harus yang bergizi tinggi dan pemberian makan juga rutin. Berbagai pakan yang dapat membantu memacu pemijahan seperti Caring tanah, kacang hijau dan toge yang biasanya diberikan berselingan dengan pakan komersial seperti pellet.

Pada saat pemijahan, sebaiknya indukan tersebut jangan sering diganggu atau dilihat hal ini bisa meny ebab-kan indukan tersebut stres. Tahap Pemeriksaan indukan yang tel4h bertelur sebaiknya dilakukan setiap 2 minggu sekali. Dengan selang waktu 2 minggu, diharapkan indukan yang bertelur juga sudah lebih matang danbelum ada telur yang menetas dan biasnya dalam proses pengeraman telur diperlukan setidaknya 30-40 hari bergantung pada suhu pada air tersebut.

Pada saat pengecekan ini, sebaikny air juga dig4nti untuk mencegah penumpukan sisa pakan yang tidak habis yang dapat menjadi amoniak sehingga bisa meracuni indukan tersebut Indukan betina denganberat 85 gram bisa menghasilkan 600 telur bergantung pada kesehatan induk tersebut. Akan tetapi untuk indukan yang barn belajar bertelur, umumnya mempunyai telur yang lebih sedikit.

Pada masa pengeraman, biasanya tidak semua telur akari menetas bergantung pada keadaan induk dan lingkungannya.

Pada lobster air tawar, kita dapat menggunakan beberapa altematif berikut:

1. Pemijahan tunggal

Pemijahan tunggal adalah pemijahan dengan menggunakan seekor jantan dan seekor betina dalam satu wadah, baik dalam akuarium maupun di bak atau kolam. Pemijahan tunggal ini biasanya dilakukan untuk tujuan menghasilkan calon indukan yang berkualitas dengan hanya memilih indukan yang berkualitas dan ini juga diperlukan agar tidak terjadi perkawinan sedarah atau in-breeding. Semakin banyak pemijahan tunggal ini, semakin banyak calon indukan yang dapat kita hasilkan dari keturunan yang berbeda.

Peminjahan tunggal memiliki kelemahan antara lain susahnya menemukan pasangan yang cocok antara jantan dan betina. Tidak semua lobster dapat dipasangkan begitu saja karena jika pasangan tidak cocok, pemijahan akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya setiap dua minggu dilakukan penukaran jantan atau betina jika pemijahan tidak berhasil. Untuk hal ini, pemijahan tunggal ini sebaiknya hanya dilakukan untuk mendapat calon indukan. Jika untuk pemijahan produksi, sebaiknya dilakukan secara massal.

2. Pemijahan massal

Berbeda dengan pemijahan tunggal, pemijahan massal adalah pemijahan dengan memasukan lebih dari satu pasangan lobster ke dalam satu wadah yang sama. Pada pemijahan massal ini, kombinasi antara jantan dan betina komposisinya tidak sama. Pada umum digunakan kombinasi seperti 1 jantan dengan 2 betina (1J:2B) atau 1 jantan dengan 3 betina dan sebagainya. Namun, hal ini bukan berarti komposisi betina harus lebih kedl dibadingkan dengan jantannya. Ada yang menggunakan 2 jantan dengan 1 betina. Karena diasumsikan lobster betina lebih memilih jantan dibandingkan dengan jantan yang memilih betina. Jika akan melakukan pemijahan dalam satu wadah atau tempat, sebaiknya diperhatikan jumlahnya. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kanibalisme. Pemijahan massal ini disarankan untuk tujuan produksi benih dengan tujuan pembesaran untuk konsumsi, sedang untuk pemijahan dengan tujuan menghasilkan calon indukan disarankan menggunakan pemijahan tunggal. Dengan pemijahan tunggal, kita dapat mengetahui asal usul indukan dengan lebih jelas.

Ukuran wadah yang diperlukan untuk pemijahan massal ini umunya yang berukuran besar. Ukuran kolam dapat disesuaikan dngan tata-letak lahan yg ada. Wadah yg biasany4 digunakan adalah kolam semen atau bak fiber. Bak kolam semen atau fiber diyakini dapat memberi-kan suhu yang lebih stabil dibandingkan dengan akuarium. Dengan suhu yang stabil, pemijahan ak4n lebih mudah terjadi.

Kepadatan dalam kolam pemijahan adalah 5 ekor/m2. Dengan kepadatan yang lebih renggang ini, diharapkan kanibalisme dari lobster air tawar ini dapat dihindari. Selain kepadatan yang diperlukan dalam kolam pemijahan adalah tempatbersembuyi (shelter).

D. Persiapan Pemijahan

Indukan yang akan digunakan dalam pemijahan ini j sebaiknya sehat dan terlihat lincah. Dengan indukan yang lebih aktif, diharapkan pemijahan akan lebih cepat terjadi. Indukan yang akan digunakan dalam pemijahan ini harus dipindahkan dengan hati-hati sehingga indukan tidak kaget Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemijahaiv yaitu:

1.    ketinggian air sekitar 30 cm

2.    tempat bersembunyi (shelter) sebaiknya pralon atau sejenisnya 3.    suhu air hams terjaga di antara 23 – 30QC

4.    komposisi indukan yang sesuai seperti 1 jantan dan 3

betina

5.    lingkungan yang tenang

Pada masa pemijahan jika jantan dan betina terlihat sering berdekatan dan saling bercumbu, proses pemijahan akan terjadi dalam waktu dekat. Dalam proses pemijahan, indukan yang telah dimasukan ke dalam tempat pemijahan akan memerlukan adaptasi terhadap lingkungan yang barunya. Indukan akan aktif berjalan-jalan mengelilinggi kolamnya. Indukan jantan yang sedang birahi akan kelihatan aktif dan gelisah mendekati danberkejar-kejaran dengan betina yang akan dipijah. Jika pada indukan betina yang matang gonadnya dan akan birahi, betina tersebut akan telihat aktif membersihkan badannya dengan pasangan kakinya, terutama kaki renangnya atau pleopods.

Betina tidak mudah menerima semua jantan yg akan memijahinya apabila jantan y4ng kelihatannya tidak menarik. Jantan yang mempunyai capit tid4k lengkap akan lebih sulit diterima oleh betina. Lain halny4 dengan betina yang mempunyai capit yang tidak lengkap. Betina y4ng mempunyai satu capit saja diyakini lebih mudah dipijahi oleh indukan jantan.

Proses pemijahan lobster ini berlangsung beberapa kalil hingga terjadinya pembuahan. Dalam proses pemijahanl indukan betina akan membalikan badan hingga terlentang 1 dan indukan jantan akan meriaikinya dengan kedua capita mencapit capit indukan betina. Indakan jantan akanj mengeluarkan spermanya dan indukan betina akanj mengeluarkan indung telumya ke badan indukan betina. ^ Sperma dan indung telur yang ada pada badan indukan ! betina akan langsung dilipat oleh indukan betina rapat-rapat hingga kipas ekomya menyentuh kaki kelima.

Lobster biasanya memasuki musim kawin pada musim penghujan. Biasanya pada musim ini ak4n banyak sekali indukan yang bertelur. Banyaknya curah hujan dan suhu yang relatif lebih dingin membuat lobster ini lebih banyak hasrat birahinya.

BACA JUGA: Mengenal Pakan Lobster Yang Sering Digunakan

Demikian Tips Memilih Indukan lobster yang bertelur Dengan Benar.Semoga bermanfaat

 

Tips Memilih Induk Lobster yang Bertelur Dengan Benar | seputarikan | 4.5