Teknik Panen Lobster Air Tawar Dengan Benar

Teknik Panen Lobster Air Tawar Dengan Benar

Setelah proses pembudidayaan dilakukan yang tidak kalah penting adalah teknik atau cara memanen. LSeandainya kita lakukan secara manual—artinya diambil satu per satu— akan memakan banyak waktu,

apalagi jika pembudidayaan ini dilakukan di dalam kolam tanah. Hal ini tentunya akan sangat menyulitkan. Dalam proses pemanenan lobster ini, ada beberapa cara atau teknik yang dapat dikembangkan.

A. Flow Trapping

Flow trapping merupakan teknik yang umumnya dipakai untuk panen pada kolam besar karena dengan dengan flow trapping dapat menghemat waktu untuk menangkap lobster yang akan dipanen. flow trapping ini biasanya dilakukan pada malam hari dengan harapan pada pagi harinya hasil tangkapan tersebut sudah dapat dipilah (sortir). Sifat lobster yang terns mencari air yang lebih segar dari air yang ada pada kolam menjadikan flow trapping ini] dapat dilakukan.

Perlengkapan yang diperlukan untuk melakukan flow
trapping:

1.    kotak penampung lobster yang akan di tangkap yang ] tingginya sekitar 30 cm

2.    papan dengan lebar sekitar 10-15 cm dan panjang 50 cm

3.    aerasi

4.    selang air

Pada saat akan dilakukan flow trapping, air yang ada pada kolam kita turunkan hingga setinggi 2 cm dan persembuyianatau shellter juga dikeluarkan darikolam. Kemudian kita tempatkan kotak yang akan menjadi penampungan ini di sisi-sisi kolam. Jumlah penampung ini dapat disesuaikan dengan luas kolam. Untuk kolam ukuran 2m2 dapat ditempatkan 2 flow trapping pada kedua sisi yang berbeda.

Papan peluncur itu ditempatkan pada satu sisi dengan bentuk seperti papan luncur atau biasanya disebut plosotan. Ujung papan yang menempel pada kotak tersebut harus sedikit lebih ke dalam kotak tersebut dengan tujuan bila lobster dapat terjatuh ke dalam kotak tersebut. Dalam kotak penampung tersebut, kita tempatkan satu aerator untuk mencegah kekurangan oksigen di dalam kotak penampung.

Setelah kita memasang flow trapping, dengan pelan-pelan air kita alirkan ke ujung papan luncur tersebut sehingga air turun mengalir ke dasar kolam melalui papan tersebut. Dengan adanya air segar atau air barn yang mengalir ke dalam kolam, lobster yang mempunyai naluri mencari air segar akan mengikuti sumber air yang ada. Karena air dialirkan dari atas papan, lobster akanberusaha memanjat ke sumber air tersebut. Pada saat lobster tersebut telah mencapai atas papan tersebut, lobster ini akan jatuh ke dalam kotak tersebut.

Untuk mencegah lobster tersebut kabur kembali ke kolam, air yang ada pada kotak tersebut janganlah terlalu tinggi. Karena air terns mengalir ke dalam kolam, lubang pembuangan air juga harus tetap terbuka untuk mencegah air penuh kembali.

B. Perangkap Tikus

Alat panen ini sebut perangkap tikus karena bentuknya mirip dengan perangkap tikus yang biasa kita lakukan di rumah kita. Namun untuk pintu perangkap ini, kita ganti dengan corong seperti mulut botol dengan tujuan lobster yang masuk tidak dapat keluar kembali. Perangkap ini juga dapat dijadikan sebagai alat pemilahan dengan memilih lobang yang besamya sesuai dengan ukuran lobster yang kita inginkan.

Sebagai umpan agar lobster masuk ke perangkap kita dapat menggunakan makan yang memiliki aroma yang menyengat. Hal ini dimaksudkan agar lobster tertarik untuk mendekati makanan tersebut. Agar umpan ini dapat efektif, lobster tersebut perlu dipuasakan 1 hari sebelumnya. Umpan yang ada pada perangkap tersebut harus dibuat cukup sehingga umpan yang telah dimakan masih tersedia untuk lobster yang lainnya.

Panen dengan cara perangkap tikus ini air kolam tidak perlulah dikuras atau diturunkan. Untuk lebih efektif, perangkap ini dapat dipasang satu untuk setiap meter persegi dan dalam selang waktu setiap jam. Kita dapat mengangkatnya untuk mengeluarkan lobster yang terperangkap. Namun kalau tidak memiliki waktu, kita dapat melakukan dengan meletakkannya pada pagi hari dan dipanennya pada malam hari.

D. Pengemasan

Lobster yang sudah dipanen, kemudian kemas untuk dijual secara langsung atau ada permintaan dari konsumen. Lobster ini umumnya dijual dalam keadaan hidup terutama untuk tujuan pembudidayaan. Kendala yang sering dihadapi dalam pengiriman ini adalah bagaimana lobster yang dikirim sampai ditempat tujuan masih dalam keadaan hidup. Walaupun lobster ini bisa bertah4n hidup cukup lama bahkan lebih dari 24 jam tidak dalam air, penanganan yang salah dapat menyebabkan banyaknya lobster yang mati selama perjalananan. Malah sebaliknya, lobster ini jika berada dalam air tanpa oksigen tambah4n dari luar baik dari aerator maupun dari pergerakan air, lobster ini ak4n mati dalam waktu kurang dari 4 jam.

Sesuai dengan ketentuan hidup lobster ini adalah pada suhu dibawah lOoC dan di atas 36oC akan mati, sebaiknya kondisi ini harus tetap terjaga pada saat pengiriman tersebut. Umumnya pengiriman jarak dekat itu melalui darat, sedang untuk jarak yang jauh bisa menggunakan pesawat udara. Pengiriman untuk ke luar pulau umumnya menggunakan jalur udara mengingat waktu pengiriman harussingkat.

Untuk pengiriman melalui udara diharuskan men-dapatkan surat karantina dipelabuhan asal pengiriman tersebut. Dalam pengurusan surat karantina ini, kita perlu menyertakan beberapa sampel untuk dilakukan pengujian apakah binatang tersebut terdapat penyakit atau tidak.

E. Pengiriman Jarak Dekat

Untuk pengiriman jarak dekat dan diantar sendiri,* pengemasan tidak terlalu sulit Dalam hal ini, bahan-bahan j yang diperlukan adalah sebagai berikut:

1.    styrofoam

2.    kain kasa atau kain filter

3.    esbatu

Styrofoam yang dipakai dalam pengemasan ini, ukuran ‘ disesuaikan dengan jumlah yang akan dikirim. Dalam pengiriman ini, sebaknya memperhatikan kepadatan agar tidak terjadi kematian pada LAT yang dikirim. Jika ingin |mengirim dalam jumlah banyak, LAT tersebut bisa f ditumpuk dalam beberapa lapis dengan setiap lapisnya I diberi kain kasa.

Kain kasa yang akan dipakai itu sebaiknya dilembap-kan terlebih dahulu dengan direndam di dalam air yang dingin sehingga LAT tidak stres. Air yang berada dalam filter ini juga jangan terlalu banyak sehingga tidak terlalu berat jika ingin ditumpuk.

Es batu merupakan obat bius buat lobster yang akan dikirim. Jika lobster berada pada suhu yang cukup dingin atau dibawah 15o C, namun pengurangan suhu sebaiknya tidak terlalu drastis. Es batu sebaiknya tidak terlalu besar karena ukuran terlalu besar dalam perjalanan bisa menyebabkan lobster terjepit. Maka dari itu, es batu sebaiknya dalam bentuk panjang dan kedl.

Es batu sebaiknya ditempatkan di paling bawah dan merata serta sebelumnya dibungkus dengan kertas koran atau kertas yang lebih untuk mengurangi es batu cepat lumer dan tidak terjadi kontak langsung dengan lobster. Jika LAT yang kontak langsung dengan es batu, bisa terjadi kematian karena terlalu dingin.

Setelah ditempatkan es batu lalu dilapisi lagi dengan kain kasa dan didiamkan selama beberapa menit dalam keadaan styrofoam tertutup. Hal ini bertujuan membuat ruang styrofoam dalam keadaan dingin. Setelah terasa agak dingin, barn kita masukan LAT tersebut dengan ditebarkan secara merata ke seluruh styrofoam, kemudian ditutup rapat namun tidak perlu diisolasi karena jaraknya yang dekat dan dibawasendiri.

F. Pengiriman Jarak Jauh

Untuk pengiriman yang berjarak jauh dan mengguna-kan jasa pengiriman atau angkutan, pengemasan LAT sebaiknya dibuat tersusun dengan menggunakan plastik kue atau plastik nasi yang biasa kita sebut dangan kotak plastik mika. Biasanya dal4m pengangkutan ini ak4n terjadi beberapa kali pemindah4n sehingga pengemasan yang tepat akan dapat mengurangi kematian dari LAT yang kita kirim. Hal yang sering terjadi adal4h kotak yang disusun terbalik atau diangk4t dengan sembarangan.

Untuk mencegah terjadinya susiman yang menjadi berantakan atau tidak beraturan kita dapat mengisi kekosongan tersebut dengan kantong plastik besar yang diisi dengan angin seperti angin dari aerator hingga seolah-olah isi styrofoam padat.

Perlengkapan dalam pengemasan jarak jauh:

1.    Kotak styrofoam sesuai dengan jumlah yang akan dikiiim.

2.    Kotak plastik mika atau bisa mengunakan kotak nasi styrofoam.

3.    Kain kasa atau kain filter akuarium.

4.    Staples

5.    Es batu

6.    Lakban

G. Cara Pengepakan LAT Ukuran Burayak

Dalam pengepakan LAT ukuran burayak dengan jarak

jauh, perlengkapan yang dibutuhkan adalah sama seperti

yang disebutkan di atas.

Langkah-langkah pengepakan:

siapkan styrofoam

2.    bungkus es batu dengan kertas koran atau kertas yang lebih tebal. Lalu, masukkan ke dalam styrofoam, lalu ditutup rapat untuk mendinginkan styrofoam tersebut.

3.    Lubangi plastik mika dengan solder atau sejenisnya, namun lubang jangan terlalu besar, tetapi harus banyak. Sebaiknya membuat lubang pada bagian samping. Kita dap4t menggunakan plastik mika ukuran 10 x 10 cm dengan kapasitas hingga 50 ekor jarak dekat dan 30 ekor untuk jarak jauh.

4.    Potong kain kasa selebar alas mika tersebut, lalu dibasahi dengan keadaan lembab saja. Jika terlalu banyak air, akan menjadi berat sehingga kotak yang paling bawah tidak dapat menahannya.

5.    Kainkasadiletakkandidasar mika dan di staples untuk

menjaga agar kasa tetap utuh di dasar.

6.    Staples sisi sebelah sehingga plastik mika berbentuk seperti kerucut sehingga LAT tid4k keluar dari plastik tersebut saat kita mengisinya.

7.    Isilah LAT sesuai dengan kapasitas plastik mika tersebut. Jangan terlalu padat supaya tidak terjadi penyesakan.

8.    Stapleslah semua sisi yang ada hingga LAT tidak mudah kabur dari kotak tersebut.

9.    Keluarkan es batu yang ada di dalam styrofoam untuk mempermudah penyusunan. Jikaa es batu dalam bentuk persegi seperti lembaran, es batu tersebut tidak perlu dikeluarkan.

10.    Masukkan kotak mika yang terlah berisi lobster ke dalam styrofoam tersebut dengan penyusunan silang menyilang agar ada sirkulasi udara di dalamnya.

11.    Setelahterisi semua styrofoam, padasela-sela yang ada dapat kita masukan es batu.

12.    Jikamasih ada selapada styrofoam tersebut saat ditutup, sebaiknya kita isi dengan plastik yang telah diisi angin sehingga kotak mika tersebut tidak goyang.

13.    Tutup styrofoam tersebut dan dilakban dengan rapat.

14. Pengunaan oksigen tidakl4h mutlak karena LAT tersebut cukup kuat bertahan dalam keadaan lembap selama24jam.

I. Pengepakan Lobster Indukan

Pengepakan lobster indukan berbeda dengan lobster ukuran burayak. Untuk indukan LAT yang dikemas, sebaiknya setiap kotak satu ekor. Hal ini bertujuan untuk menghindari teijadinya penyapitan saat teijadinya kaget oleh indukan tersebut.
Bahan yang diperlukan untuk pengepakan indukan tidak berbeda dengan burayak, hanyalah kotak plastik mika yang berbeda saja. Untuk ukuran indukan, kita dapat menggunakan kotak yang lebih kecil.

Tips Budi Daya

Getah Pepaya

Benih lobster bisa mabuk perjalanan saat pengiriman. Tandanya kulit luar berwarna /eb/h gelap. Cara yang murah adalah dengan meneteskan getah pepaya ke d4lam kantong berisi benih. Obat antimabuk itu mujarab membuat benih bugar meski sudah menempuh perjalanan jauh.

Jaring Peneduh

Benih berukuran 5 cm rentan cacat. Misalnya putus capit saat dikirim dalam jumlah padat. Penyebabnya itupun jug4 bermacam-macam, dari gesekan hingga berkelahi dengan sesama. Cara yang mudah adalah dengan menutup dasar boks dengan Jaring peneduh. Benih dituang, lalu ditutup shading net kembali. Cara ini ampuh melindungi benih dari kerusakan

BACA JUGA:  Tips Memilih Induk Lobster yang Bertelur Dengan Benar

Demikian Teknik Panen Lobster Air Tawar Dengan Benar. Semoga bermanfaat

Teknik Panen Lobster Air Tawar Dengan Benar | seputarikan | 4.5