Jenis Belut Yang Cocok Untuk Budi Daya

Jenis Belut Yang Cocok Untuk Budi Daya

Apakah Anda tahu belut? Ya, belut banyak hidup di lahan yang berlumpur, seperti sawah, sehingga banyak orang yang berburu belut di kawasan persawahan. Selain di sawah, Anda juga dapat menemukan belut di kolam budidaya, baik di dafam lumpur maupun air bersih. Jenis belut yang paling banyak di Indonesia adalah belut sawah dan belut sungai. Saat memelihara belut, Anda harus memerhatikan faktor ketersediaan air. Usahakan menggunakan air yang berasal dari sungai atau sumur, karena tidak mengandung kaporit (air iedeng). Belut termasuk salah satu hewan air darat yang tidak terlalu sulit ketika memelihara dan merawatnya. Sebab, belut dapat hidup di mana saja, tanpa mengenal tempat.
Ditinjau dari segi bisnis, budidaya belut cukup menjanjikan. Hewan licin ini sudah digemari sebagai Belut termasuk dalam filum chordata. Filum chordata merupakan kelompok hewan yang termasuk vertebrata. Hewan vertebrata merupakan jenis hewan yang memiliki tulang belakang. Secara umum, ciri-ciri hewan vertebrata, antara lain sebagai berikut.

  1. Struktur tubuh lebih sempuma bila dibandlngkan dengan hewan invertebrata.
  2. Memiliki notochorda, yaitu penyokong tubuh.
  3. Tubuh berbentu^ slmentri bilateral.
  4. Memiliki kepala, leher, badan, dan ekor.

Terkadang, orang mempersepsikan sidat sebagai belut atau sebaliknya. Padahal, sidat dan belut berbeda. Belut bisa dibilang tidak mempunyai sirlp, terkecuali sirip tnfdr yang juga tereduksl. Sementara sidat mempunyai sirip Yan& bisa terlihat jelas. Selain itu, belut tidak memiliki sisik (atau hanya sedikit). Belut bisa bernapas dari udara, bukaan insangnya sempit, dan tidak mempunyai kantung renang-Perbedaan lainnya, sidat merupakan hewan yang lebih banyak hidup di laut meskipun ada pula yang di air tawar, sedangkan belut merupakan hewan air tawar. Adapun ciri-ciri yang dapat Anda amati dari belut, antara lain sebagai

  1. Belut termasuk hewan air darat.
  2. Belut memiliki bentuk badan panjang dan bulat (sepertl ular).
  3. Belut tidak memiliki sisik.
  4. Belut memiliki insang sebanyak 3 pasang.
  5. Belut tidak memiliki sirip, baik pada bagian punggung,
    dada; dan dubur. Sirip-sirip tersebut berubah bentuk i menjadi sembulan kulit yang tidak memiliki jari-jari.
  6. Posisi dubur sangat jauh berada di belakang.
  7. Pada bagian punggung berwarna kehijau-hijauan, f sedangkan pada bagian perut berwarna kekuningan. ,
  8. Pada bagian mata terlihat kecil dan lengkung.

Jenis Belut Yang Cocok Untuk Budi Daya

1.Belut Sawah

Belut sawah termasuk salah satu jenis belut yang banyak dibudidayakan di Indonesia oleh para peternak. Sebab, peluang usahanya lebih besar dibandingkan belut yang lainnya. Belut ini disebut belut sawah karena hidup di sekitar sawah yang berlumpur. Agar lebih jelas, Anda dapat menyimak ciri-ciri umum dari belut sawah, sebagai berikut.

  • Di tempat hidupnya, belut sawah memiliki panjang kira-kira 40-50 cm.
  • Bersifatkanibal, artinya suka memangsa dan membunuh sesama belut.
  • Belutsawah memilikiciri kelaminprogyneshermaprodit, yaitu memiliki jenis kelamin yang suka berubah sesuai dengan tingkatan usia
  • Induk belut jantan yang baik berumur 9-12 bulan dengan panjang badan 30-50 cm, kepala berbentuk tumpul, dan warna kulit lebih tua.
  • Induk belut betina yang baik berumur 4-9 bulan dengan panjang badan 10-29 cm, kepala berbentuk runcing, dan warna kulit lebih cerah (muda).

Perkawinan antara belut jantan dan betina terjadi pada malam hari. Cirinya, belut jantan mengeluarkan buih untuk menarik perhatian betina. Seekor induk betina mampu menghasilkan telur antara 50-5.000 ekor setiap satu kali perkawinan. Telur-telur belut akan menetas antara 8-10 hari dalam air yang bersuhu 28-BO0 C. Anak-anaknya tersebut akan diasuh oleh belut jantan selama 2 minggu. Setelah itu, anakan belut akan keluar dari sarang penetasan untuk mencari makan sendiri. Sebab, mereka sudah cukup dewasa untuk hidup mandiri. Sementara itu, induk betina pergi mencari sarang induk jantan yang lain agar dapat dibuahi kembali.

2.Belut Bermata Kecil

Jenis belut ini dikatakan belut bermata kecil karena memiliki ukuran mata yang sangat kecil yang terletak di atas bibir (bagian tengah). Ciri lain yang diamati dari jenis belut ini adalah memiliki empat buah insang dengan bentuk melengkung dan letak permulaan sirip punggung berada di bagaian tengah dubur.

3. Belut Rawa

Belut rawa biasanya hidup di rawa. Ciri-ciri yang tampak dari belut ini antara lain memiliki panjang badan kira-kira 30 cm x tingginya, memiliki lubang insang berukuran kecil yang terletak di bagian perut, memiliki empat buah insang dengan bentuk lengkung, dan letak permulaan sirip punggung berada di muka dubur.

Sifat Belut

Sama seperti hewan vertebrata lainnya, belut juga memiliki sifat-sifat yang membedakannya dengan hewan lainnya. Secara umum, sifat-sifat yang dimiliki belut antara lain sebagai berikut.

  1. Belut disebut sebagai blnatang malam (nocturnal).
  2. Belut termasuk hewan pemangsa daging (carnivora).
  3. Belut memiliki habitat bebas karena dapat hidup di air tawar, air payau, bahkan perairan asin, tetapi semua habitatnya harus berlumpur.
  4. Belut sangat menyukai tempat yang lembap, berair, dan terlindung dari sinar matahari.
  5. Belut mampu bertahan hidup hingga berbulan-bulan di lingkungan yang kekurangan air.
  6. Belut termasuk hewan kuat karena mampu bertahan hidup, meskipun tidak menemukan makanan.
  7. Belut berkembangbiak sekali dalam setahun.
  8. Biasanya dalam seumur hidupnya, belut hanya satu kali membuat lubang untuk sarangnya.

Ciri-Ciri Tempat untuk Budidaya Belut

Kunci keberhasilan dalam budidaya belut adalah penentuan tempat atau lokasi. Tanpa pemilihan lokasi atau tempat yang tepat, maka usaha Anda dalam budidaya belut akan terhambat. Untuk itu, teknik persiapan tempat dan penggunaan komponen lainnya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan ternak belut.

Sebenarnya, belut termasuk salah satu hewan yang tidak banyak terpengaruh oleh perubahan cuaca dan iklim di suatu tempat. Apabila dilihat dari segi iklim, belut tidak memerlukan iklim geografis khusus. Apabila dilihat dari ketinggian tempat, ternak belut dapat dilakukan di dataran tinggi maupun dataran rendah. Selain itu, apabila dilihat dari curah hujan dan kelembapan tempat, belut juga tidak memiliki batasan khusus.

Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa lokasi atau tempat pemeliharaan belut dapat dilakukan di mana pun, tanpa terbatas faktor, cuaca, iklim, curah hujan, ketinggian tempat, dan sebagainya. Namun, hal yang perlu diingat dan dilakukan saat budidaya belut adalah kualitas air. Usahakan air yang akan digunakan untuk budidaya belut harus yang tidak terlalu keruh dan tidak tercemar oleh limbah bahan kimia beracun yang dapat membahayakan bagi kehidupannya. Selain itu, juga dapat berbahaya bagi manusia yang mengonsumsi belut tersebut. Perhatikan juga kondisi dasar tanah yang akan digunakan untuk memelihara belut agar tidak menimbulkan pencemaran yang mengakibatkan belut keracunan.

Macam-Macam Belut Yang Cocok Untuk Budi Daya

 

Ada beberapa bahan yang harus Anda persiapkan sebelum membuat media organik ini. Bahan-bahan tersebut, antara lain sebagai berikut.

  1. Lumpur Sawah
  2. Pelepah (gedebog) pisang kering, cacah kecil-kecil.
  3. Decomposer
  4. Microstarter

 

Setelah berbagai bahan terkumpul, Anda tinggal melakukan pengolahan terhadap bahan-bahan tersebut, sehingga menjadi sebuah media yang dapat digunakan untuk kelangsungan hidup belut. Adapun langkah-langkah pengerjaan yang harus Anda lakukan, sebagai berikut.

  1. Siapkan jerami dan cacahan pelepah (gedebog) pisang kira-kira 10 cm yang akan digunakan untuk pengolahan media.
  2. Siapkan decomposer yang sudah dilarutkan dengan air.
  3. Bentangkan merata jerami dan cacahan pelepah (gedebog) pisang, lalu semprot dengan decomposer untuk membunuh kuman.
  4. Siapkan sebuah plastik, lalu tutup media yang akan difermentasi.
  5. Biarkan selama lebih kurang 1 bulan atau hingga jerami dan cacahan pelepah [gedebog) pisang hancur (dekomposisi).
  6. Setelah jerami dan gedebog hancur sempurna, masukan media yang sudah difermentasi ke dalam koiam untuk dilakukan pencucian.
  7. Pencucian dilakukan dengan cara merendam media dengan air selama seminggu.
  8. Selama proses perendaman, air diganti setiap hari.
  9. Setelah seminggu, air dibersihkan dan diganti, lalu j diberi larutan microstarter (sesuai dengan petunjuk pemakaian). Kemudian, tebar dengan merata.
  10. Siapkan setengah lumpur sawah (50% dari total media), lalu masukkan dalam campuran media lainnya.
  11. Dengan perlahan, masukan air hingga 10 cm dari
  12. permukaan media secara perlahan dan aduk hingga rata.
  13. Siapkan tanaman air, eceng gondok sebanyak 2/3 luas permukaan, lalu masukkan ke dalam media. Macam-Macam Belut Yang Cocok Untuk Budi Daya
  14. Biarkan media selama satu bulan (hingga matang). Setiap dua minggu sekali, air diganti dengan yang baru.
  15. Setelah satu bulan, lakukan pengecekan terhadapmedia. Apabila dirasa sudah cukup matang, Anda dapat memasukkan bibit belut dalam kolam. Bibit yang dimasukkan dalam kolam, sebaiknya dalam per meter            persegi kolam sebanyak 1-1,5 kg bibit belut. Macam-Macam Belut Yang Cocok Untuk Budi Daya

 

Untuk mengetahui ciri-ciri tempat yang sudah matang, artinya sudah siap digunakan untuk memasukkan bibit belut, Anda perlu melakukan hal-hal berikut.

  1. Masukkan tangan ke dalam kolam. Apabila terasa dingin, berarti media kolam sudah dapat digunakan untuk bibit belut.
  2. Tempat yang baik untuk hidup belut adalah struktur media pada dasar kolam sudah hancur.
  3. Sudah hidup binatang kecil (renik) pada media yang akan digunakan untuk budidaya belut.
  4. Bau khas yang dikeluarkan oleh media sudah tidak menyengat.

 

BACA JUGA: Teknik Panen Lobster Air Tawar Dengan Benar

 

Demikian Macam-Macam Belut Yang Cocok Untuk Budi Daya. Semoga bermanfaat

Jenis Belut Yang Cocok Untuk Budi Daya | seputarikan | 4.5