Alat Dan Bahan Yang Di Butuhkan Dalam Budidaya Lobster Air Tawar

A. Kualitas Air

Lobster merupakan hewan yang berkembang biak di air. Untuk itu, air merupakan bagian yang terpenting dalam budi daya LAT tersebut. Air yang mempunyai kualitas yang baik akan membuat pertumbuhan lobster menjadi baik dan terhindar dari penyakit. Maka dari itu, air yang akan dipakai dalam budi daya sebaiknya terhindar dariserangan  bebeapa penyakit dan juga terhindar dari pestisida maupun limbah industri.

Kualitas air ini harus selalu diperiksa untuk memastikan tidak ada kandungan zat berbahaya yang melebihi batas toleransi yang dapat membuat lobster dapat bertahan hidup. Kandungan yang perlu diperiksa umumnya adalah pH, oksigen terlarut, dan kekeruhan serta amoniak.

Kualitas air yang baik ini minimal mengandung oksigen terlarut sebanyak lebih 5mg/l. Oksigen yang akan terlarut ini dapat ditingkatkan dengan cara penambahan oksigen ke dalam air dengan menggunakan media aerator atau bisa juga dengan sirkulias air yang membuat air terns mengalir. Kandungan oksigen di dalam air akan berkurang jika jumlah plankton yang berlebihan. Untuk menghindarinya, jumlah plankton di dalam kolam harus selalu diperhatikan.

Kandungan amoniak yang tinggi pada air dapat membuat lobster mail.Dan pada Pakan yang tidak habis dimakan oleh lobster akan menimpulkan pembusukan di dasar kolam . Pembusukan pakan ini dapat mengakibatkan meningkatnya kadar amoniak terutama pada sektor pakan yang berasal dari pelet komersial.

Tingkat keasamaan air atau biasanya disebut pH yang baik untuk budi daya lobster air tawar adalah stabil diantara 7 sampai 8.5. Keasaman ini dapat dijaga dengan memantau jumlah plankton agar tidak berlebihan dan menjaga kebersihan dari dasar kolam. Keasaman yang tinggi ini juga dapat dihindari dengan melakukan pergantian sebagian dari air pada kolam tersebut.

Kekeruhan air ini dapat di pantau dengan mengunakan piringan Seed atau dapat diganti dengan menggunakan CD bekas pada kedalaman antara 20 sampai 40cm. Kekeruhan air ini juga bisa disebabkan oleh plankton yang berlebihan. Jika dalam kedalaman 20cm sampai 40cm kita masih dapat melihat CD tersebut maka kekeruhan ini masih dalam batas yang baik. Untuk mengatasi kelebihan plankton ini, yakni dengan mengurangi nutrisi yang dimasukkan ke dalam kolam tersebut atau dengan mengganti air yang ada.

Tingkat keasinan air atau salinitas dalam budi daya lobster air tawar ini sebaiknya diperhatikan, karena semakin tinggi tingkat keasinan air maka tingkat pertumbuhan juga akan semakin melambat hal ini ditandai dengan semakin jarangnya lobster tersebut berganti kulit. Tetapi sebaliknya, apabila tingkat keasinan air ini sangat rendah atau bemilai 0, lobster air tawar akan tumbuh optimal. Jika kualitas air memburuk, sebaiknya air yang ada dikolam tersebut diganti dengan air yang baru.

B. Media Beternak

Karena lobster merupakan hewan yang hidup di air, kita harus mempersiapkan segalanya dengan sebaik mungkin. Di bawah ini ada beberapa altematif penggunaan air yang digunakan sebagai media pengembangan, misalnya air tanah, air pam, dan air sungai, bergantung pada keadaan lingkungan sekitamya.

1. Air tanah

Air tanah merupakan sumber air yang banyak dipergunakan. Penggunaan air tanah ini juga sebaiknya dilakukan pengujian terlebih dahulu. Kandungan zat yang tidak sesuai dengan kemampuan lobster untuk beradaptasi dapat merugikan petemak. Pengujian air yang sangat lengkap ini bisa dikerjakan di laboratorium perusahaan air minum.

2. Air PAM

Air PAM juga banyak digunakan oleh petemak budi daya pembenihan terutama pada lokasi yang sulit mendapatkan air, khusunya di kota-kota besar, yang sesuai dengan kualitas yang diinginkan. Karena budi daya LAT

dapat dilakukan di rumah, banyak di antaranya yang tidak bisa mendapatkan air tanah yang baik.

Penggunaan air PAM ini harus terlebih dahulu dilakukan aerasi atau penyimpanan selama minimal 24 jam untuk menghilangkan kandungan kaporit yang ada pada air tersebut. Kandungan kaporit ini juga dapat dihilangkan dengan mengunakan filter kimia dengan bahan-bahan seperti karbon aktif dan batu zeolit.

3. Air sungai

Air sungai umumnya juga biasanya dipakai oleh para peternak pembesaran yang membutuhkan bibit air yang cukup banyak untuk pengisian kolam yang luas. Sebaiknya untuk penggunaan air sungai harus diperhatikan tentang kondisi aimya, misalnya kebersihan air sungai tersebut. Jika air sungai tersebut mengandung limbah dari industri maupun limbah rumah tangga, dapat meracuni lobster yang kita pelihara. Tidak kalah perlu untuk diperhatikan adalah pengunaan pestisida pada tanaman di sekitamya.

C. Bersembunyi dan Berlindung

Tempat bersembunyi dan berlindung (shellter) merupakan salah satu bagian yang penting dalam budi daya lobster air tawar. Sifat lobster yang suka bersembunyi menjadikan tempat untuk bersembunyi menjadi penting. Selain untuk menghindar dari pemangsa, juga dari sifat kanibalisme lobster yang lain. Dengan tempat bersembunyi yang tersusun dengan raii dan juga baik, jumlah lobster yang dibudidayakan juga dapat ditingkatkan. Dengan kepadatan yang semakin tinggi, biaya produksi juga semakin rendah.

Tempat bersembunyi ini juga mampu menambah luas pada permukaan tempat pemeliharaan sehingga lobster dapat leluasa bergerak serta dapat mengurangi frekuensi pertemuan. Jika tanpa menggunakan tempat untuk bersembuyi, ini akan meningkatkan tingkat interaksi dan pertemuan antarlobster satu sama lain menjadi tinggi sehingga berpeluang terjadinya saling memangsa sesama lobster atau kanibalisme. Semakin banyak tempat untuk bersembuyi, semakin tinggi tingkat bertahan hidup lobster.

Para petemak lobster di Indonesia banyak menggunakan berbagai bahan yang ada di sekitarnya untuk digunakan sebagai tempat bersembunyi lobster sehingga banyak dicari altematif imtuk jenis bahan yang paling efektif untuk digunakan, baik dari sisi meningkatkan jumlah lobster yang budidayakan maupun mengurangi pekerja.

Berikut ini merupakan bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai tempat untuk bersembunyi dan berlindung untuk lobster.

Habitat lobster

Habitat lobster

1. Pralon atau pipa

Pralon atau pipa merupakan media yang paling banyak digunakan oleh. Pralon yang digunakan besar kedlnya dapat disesuaikan dengan ukuran lobster yang dipelihara. Semakin besar lobster tersebut, pralon yang digunakan juga semakin besar.

Pralon ini memiliki kelemahan, misalnya harga yang I mahal. Jika jumlah pralon yang digunakan jumlahnya banyak, akan menjadi tidak efektif sebab pembudidaya harus mengumpulkannya satu per satu.

2. Batu Bata/Roaster

Batu bata ventilasi atau roaster merupakan salah satu Ialternatif untuk tempat persembunyian lobster. Biasanya banyak digunakan pada kolam tanah, baik untuk pembesaran burayak maupun untuk pembesaran hingga ukuran konsumsi.

Salah satu kelemahan dari batu bata ventilasi atau roaster ini adalah ukurannya yang berat bila sudah terendam di dalam air serta akan mengotori kolam jika digunakan dalam waktu yang lama, karena bata ini akan rapuh jika terus-terusan direndam dalam air dan apabila penggunaan dalam jumlah yang banyak memakan banyak waktu dan tenaga yang cukup besar.

3.    Tali Plastik/Rafia

Tali rafia merupakan alternatif lain yang dapat digunakan. Tali rafia ini mulai banyak digunakan selain ukurannya yang ringan dan dirasakan cukup efektif dalam menekan kanibalisme. Tali rafia ini mulai banyak di-modifikasi pemakaiannya, ada yang cukup dengan diulur dan ditebarkan ke dalam kolam dan ada yang diikat pada sebatang pipa pralon sehingga bentuknya seperti daun.

4.    Waring atau Karung Bawang

Selain tali rafia, karung sayuran dapat digunakan. Waring ini merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan petemak lobster karena merupakan media yang paling mudah didapatkan. Waring dapat menekan kanibalisme dan bentuknya ringan. Penggunaan waring ini 9 cukup mudah. Kita tinggal memotongnya sesuai dengan kebutuhan, kemudian disimpan di tengah-tengah kolam. M Agar waring ini dapat tenggelam, pada bagian tengahnya a diberi pemberat. Waring juga dapat diikat seperti jala I bertingkat.

Selain waring,kamng bawang juga banyak digunakan peternak selain harganya yang cukup murah. Cara pengunaan karung bawang ini sama dengan waring.

5. Bambu

Seperti halnya pipa pralon, bambu juga merupakan 1tempat persembunyian yang dapat dibuat sedemikan rupa. u Bambu ini banyak digunakan pada kolam pembesaran lob- Ister karena harganya yang cukup murah. Jika meng- gunakan bambu yang masih barn, akan sulit tenggelam dalam air. Untuk menenggelamkan bambu, cukup dengan diikatkan pemberat seperti batu pada bambu tersebut.

6. Dedaunan

Daun-daunan juga dapat digunakan sebagai tempat untuk bersembunyi, berbeda dengan media yang lainnya seperti pipa, daun-daunan ini membuat lobster bersembunyi di antara tumpukan daun-daunan tersebut. Daun-daunan yang biasanya digunakan adalah daun pisang atau daun kelapa atau sejenisnya. Selain sebagai tempat bersembunyi, daun-daunan ini juga menjadi makanan bagi lobster tersebut. Namunharus diperhatikan juga, daun-daunan ini akan membuat kolam menjadi kotor.

7. Ban Bekas

Ban mobil dan motor sekarang sudah banyak digunakan sebagai tempat untuk persembunyian bagi para lobster terutama dalam pembesaran hingga ukuran konsumsi. Ban bekas ini kemudian dikumpulkan dan disusun secara rapi dan sedemikian rupa pada area kolam tanah sehingga lobster menjadi nyaman dalam persembunyian tersebut.

Sebelum digunakan, ban bekas ini sebaiknya dicud dengan bersih dan diberi lobang pada berberapa sisi untuk memudahkan dalam pengangkatan dari dasar kolam. Ban bekas ini menjadi sangat berat seiring dengan banyaknya kandungan air di dalam ban tersebut. Selain itu kotoran seperti lumpur juga membuat ban tesebut terendam di dalam dasar kolam.

8. Tanaman Air

Tanaman air eceng gondok merupakan media yang sangat baik buat budi daya pembenihan, terutama dalam ukuran burayak. Akamya yang panjang terurai membuat burayak senang bermain di dalamnya. Dengan nyang panjang ini, membuat burayak tersebut aman dari kanibalisme. Hal yang terpenting selain tempat untuk bersembunyi, tanaman air ini juga menjadi makanan untuk burayak tersebut.

Selain sebagai tempat untuk bersembunyi, tanaman air ini juga dapat menyerap racun yang terkandung dalam air. Selain menggunakan eceng gondok tanaman slada air juga memiliki keunggulan, yaitu membantu dalam pembesaran burayak lobster sehingga pertumbuhannya lebih baik dibandingkan dengan kolam yang tanpa diberi tan am sayur tersebutTempat untuk persembunyian lobster dapat dikombinasikan untuk mendapat hasil yang maksimal serta memberi kenyamanan kerja.

Demikian Cara pembuatan Alat Dan Bahan Yang Di Butuhkan Dalam Budidaya Lobster Air Tawar.Semoga bermanfaat

Alat Dan Bahan Yang Di Butuhkan Dalam Budidaya Lobster Air Tawar | seputarikan | 4.5