Budidaya Lele Dengan Sistem Air Probiotik Organik

Manajemen air pada budi daya lele probiotik organik merupakan kegiatan merawat atau memelihara kualitas air secara berkesinambungan, baik di kolam kultur nutrisi, kolam pengayaan nutrisi, maupun kolam budi daya. Berikut contoh penjabaran berbagai jenis, jumlah, dan ukuran kolam serta jumlah kolam dalam satu sistem budi daya probiotik organik.

  • 2 kolam kultur nutrisi berukuran 2 x 2 x 1,5 meter (kolam A dan B)
  • 1 kolam pengayaan nutrisi berukuran 4 x 6 x 1,5 meter
  • 4 kolam budi daya berukuran 3 x 5 x 1,5 meter
  • 4 kolam Azolla microphylla berukuran 5 x 7 x 0,4 meter

Asumsi, setelah 30 hari dan fermentasi water stabilizer di kolam kultur nutrisi dan kolam pengayaan nutrisi sudah selesai, sistem sirkulasi air dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Sistem sirkulasi air pertama kali dimulai dari kolam pengayaan nutrisi yang dialirkan ke kolam budi daya dengan menambahkan air setinggi 10 cm setiap hari. Hal ini terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan air kolam budi daya. Ketentuari penambahan air nutrisi dari kolam pengayaan ke kolam budi daya setinggi 5—10 cm sebenarnya tidak baku. Penulis juga kadang-kadang melakukan penambahan hingga ketinggian 30—50 cm apabila kondisi kepadatan kolam cukup tinggi.

Pada hari. ke-4, air kolam pengayaan otomatis menjadl berkurang. Segera tambahkan air dari kolam kultur nutrisi A ke kolam pengayaan nutrisi. Pindahkan semua air dari kolam kultur nutrisi (hingga habis) ke kolam pengayaan. Setelah itu, tambahkan Oair ke dalam kolam kultur A hingga penuh dan diamkan kembali minimum selama tujuh hari.

Air dalam kolam pengayaan tetap kurang meskipun sudah dilaeri air dari kolam kultur A. Karena itu, untuk memenuK! ketinggian air yang mencukupi, tambahkan sisanya dari sumber air (sumur). Setelah mencapai standar, alirkan kembali airnya ke kolam-kolam budi daya sesuai kebutuhan.

Pada hari ke-8, air kolam e pengayaan menjadi berkurang kembali. Karena itu, tambahkan air dari kolam kultur nutrisi B ke kolam pengayaan (hingga habis), lalu tambahkan air sesuai prosedur ke dalam kolam kultur B. Sementara itu, kolam pengayaaan perlu ditambah ait yang berasal dari sumur atau sumber air lainnya hingga ketinggian 145 cm (atau mendekati bibir kolam).

Demikian Cara Budidaya Lele Dengan Sistem Air Probiotik Organik.Semoga bermanfaat

Budidaya Lele Dengan Sistem Air Probiotik Organik | seputarikan | 4.5