Persiapan Budi Daya Lele Dengan Sistem Probiotik Organik

Sebemum menjalankan bisnis budi daya lele dengan sistem probiotik organik,harus memperhatikan aspek-aspek terpenting pada saat pelaksanaanya.Berikut ini merupakan aspek terpenting dalam persiapan budidaya lele dengan sistem probiotik organik:

Persiapan Water Stabilizer

Persiapan Budi Daya Lele Dengan Sistem Probiotik Organik

Water stabilizer probiotik organik merupakan sekumpulan mikroorganisme yang ditumbuhkan dan dikembangkan untuk menjaga kualitas air secara keseluruhan dan berkesinambungan.

Untuk Penjagaan kualitas air juga harus kritikal dan telaten, semakin beragam material yang masuk ke dalam kolam budi daya, semakin kritis kualitas airnya. Karena itu, penggunaan mikroorganisme seperti Brachybacterium sp. dan Basidiomycetes sp. sangat diperlukan untuk menjaga kualitas air. Sementara itu, adanya Lactobacillus sp. dapat berfungsi untuk membantu sistem pencernaan lele. Kualitas air pun menjadi sangat baik dengan adanya vitamin, enzim, dan mineral yang terlarut dalam waterbody.Water stabilizer berfungsi untuk menumbuhkan pakan alami  seperti Branchionus sp. atau dikenal dengan nama rotifera. Pakan alami ini mirip dengan Daphnia sp. dan Moina sp. (kutu air) Pembuatan water stabilizer ini sendiri merupakan tahap awal dan paling utama dari rangkaian budi daya probiotik organik. Berikut ini terdapat lampiran hasil analisis laboratorium dari kandungan water stabilizer.

Persiapan Budi Daya Lele Dengan Sistem Probiotik Organik

Bahan:

  • 15 kg kotoran ayam kering 5kgdedak
  • 3 kg Azolla microphylla
  • 3 kg eceng gondok (dicacah kemudian ditumbuk)
  • 3 kg jerami kering (dicacah atau digiling halus)
  • 250 ml starter probiotik organik miracle green 250 gr gula merah yang dicairkan dengan air sebanyak 250 cc, dinginkan 1 sdt merica halus
  • 3—5 siung bawang putih yang ditumbuk 7—10 liter air

Dedak. Merupakan salah satu bahan campuran dalam pembuatan water stabilizer

Tips Alternatif
Jika kondisi kotoran ayam tidak terlalu kering (banyak kandungan airnya atau agak basah), perbanyak dosisnya menjadi 115—30 kg.

Penggunaan Azolla microphylla disesuaikan tergantung ketersediaan bahan. Jika tidak tersedia, tidak perlu digunakan.

Cara membuat:

  1. Campurkan kotoran ayam kering, dedak, jerami, eceng gondok, dan Azolla microphylla. Aduk hingga rata.
  2. Campurkan starter probiotik organik miracle green, gula merah yang telah dicairkan, merica, dan bawang putih. Larutkan dalam air yang telah tersedia, lalu aduk rata.
  3. Siramkan larutan tersebut ke campuran kotoran ayam.
  4. Simpan di dalam kontainer tertutup pada suhu ruang selama 30 hari. Buka 1—2 kali sehari, lalu aduk. Jika satu adonan tidak dapat dipenuhi dalam satu tempat, penyimpanan bisa menggunakan beberapa tempat tertutup (proses fermentasi anaerob).

Keterangan

Berdasarkan pengalaman penulis, komposisi bahan tersebut dapat menghasilkan 35—50 kg water stabilizer dengan daya tahannya mencapai 24 bulan. Asalkan kondisi penyimpanannya tertutup rapat di dalam kontainer.

Persiapan Budi Daya Lele Dengan Sistem Probiotik OrganikPersiapan Budi Daya Lele Dengan Sistem Probiotik Organik

Persiapan Budi Daya Lele Dengan Sistem Probiotik Organik

Setelah itu tinggal di masukkan pada kolam,disarankan tidak terlalu menutupi kolam nanti kolam jadi cepat mrnguras karena kelebihan makanan yang sudah basi atau tidak termakan oleh lele tersebut

Demikian Persiapan Budi Daya Lele Dengan Sistem Probiotik Organik.Semoga bermanfaat

Persiapan Budi Daya Lele Dengan Sistem Probiotik Organik | seputarikan | 4.5