Jenis Lele Yang Ideal Untuk Budi daya Lele

Menurut syarat ideal budi daya lele adalah dengan mengetahui jenis-jenis lele itu sendiri.Untuk mengetahui jenis-jenis lele yang baik untuk di budayakan adalah sebagai berikut ini:

a.Lele Lokal

Dibandingkan dengan jenis lele laiiinya, lele lokal (Glorias batrachus) merupakan jenis lele yang dikenal terlebih dahulu oleh masyarakat Indonesia. Awalnya, lele lokal tidak dibudidayakan secara intensif. Jenis lele ini hidup secara bebas di sungai, selokan, atau dipelihara secara sambilan oleh masyarakat.

Lele lokal umumnya memiliki kulit berwarna hitam abu-abu, tetapi kadang-kadang putih berbintik. Lele lokal tidak mengalami perubahan warna kulit saat mengalami stres. Lele lokal memiliki patil atau duri beracun di kedua sisi kepalanya. Jika terkena patilnya, dapat menyebabkan demam.

Dibandingkan dengan jenis lele lainnya, lele lokal memiliki beberapa kelemahan, di antaranya memiliki pertumbuhan yang relatif lama dan teknis pemeliharaannya cukup sulit. Secara konvensional, panen lele lokal dapat dilakukan pada umur 6—8 bulan. Sama seperti jenis lele lainnya, berat rata-rata lele lokal yang siap panen sekitar 200 gram/ekor. Meskipun pertumbuhannya relatif lama, lele lokal memiliki rasa daging yang lebih gurih dibandingkan dengan lele dumbo.
berikut ini perbadingan lele lokal dan lele dumbo

LELE LOKAL

LELE DUMBO

Pertumbuhan lambat,
rasa gurih

 

Pertumbuhan cepat,
rasa kurang gurih

 

Warna tubuh
tidak berubah saat stres

 

Warna tubuh
berubah saat stres

 

Patil beracun

 

Patil tidak
beracun

 

Tidak kanibal

 

Bersifat kanibal
(jika kekurangan pakan atau lapar)

 

Tidak agresif

 

Agresif dan
dapat merusak kolam

 

 b. Lele Dumbo

Jenis lele dumbo mulai dikenal pada tahun 1984 dan masuk ke Indonesia pada tahun 1986. Lele dumbo merupakan hasil persilangan antara induk betina lele asli yang berasal dari Taiwan dengan induk jantan yang berasal dari Afrika. Secara fisik,. pertumbuhan lele dumbo lebih cepat dibandingkan dengan lele lokal. Hampir di setiap lokasi sentra budi daya lele di Indonesia terdapat jenis lele dumbo. Namun, keberadaan lele dumbo mulai tergantikan oleh jenis lele”baru”yang merupakan hasil perkawinan antara lele dumbo beda generasi, yaitu lele sangkuriang.

Jenis Lele Dan Syarat Ideal Budi daya Lele

Berikut beberapa kelebihan lele dumbo dibandingkan dengan lele lokal.

  1. Tumbuh leblh cepat dibandingkan dengan lele lokal.
  2. Telur yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan dengan lele lokal. Dalam sekali bertelur, indukan lele dumbo dapat menghasilkan 8.000—10.000 butir telur. Sementara itu, lele lokal hanya 1.000—4.000 butir telur.
  3. Pemeliharaannya relatif lebih mudah.

Kondisi ideal air untuk budi daya lele dumbo harus memenuhi beberapa syarat seperti kandungan oksigen minimum 3 ppm, suhu optimal 24—27° C, dan pH 6,5—8.

Jenis Lele Dan Syarat Ideal Budi daya Lele

Saat ini,kualitas lele dumbo telah mengalami penurunan akibat perkawinan sekerabat (inbreeding), seleksi induk yang salah, atau penggunaan induk yang berkualitas rendah. Efek negatif lainnya, terjadi penurunan derajat penetasan, pertumbuhan lambat, dan menurunnya daya tahan terhadap penyakit. Untuk mendapatkan

bibit lele dumbo yang berkualitas unggul sebaiknya membeli atau mendapatkan dari penangkar yang telah berpengalaman.

c.    Lele Phyton

Ciri khas lele phyton salah satunya dapat dilihat dari bentuk kepalanya yang agak lonjong dan mirip dengan ular phyton. Sementara itu, bentuk morfologi lainnya serupa dengan lele dumbo. Badannya panjang berwarna abu-abu. Lele phyton berasal dari perkawinan silang antara induk betina lele eks. Thailand atau lele D89F2 dengan induk jantan lele dumbo F6. Lele phyton memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan jenis lele lainnya, seperti pertumbuhannya cepat dan seragam, tingkat kelangsungan hidup tinggi, dan relatif tahan terhadap penyakit.

Lele phyton memiliki konversi pakan yang cukup baik, yaitu 1:1. Artinya, satu kilogram pakan yang dikonsumsi oleh lele akan menghasilkan satu kilogram daging. Untuk mencapai ukuran konsumsi 7—10 ekor/kg, lele phyton cukup dipelihara selama dua bulan. Sementara itu, lele dumbo membutuhkan waktu lebih dari tiga bulan.

Jenis Lele Dan Syarat Ideal Budi daya Lele

d.    Lele Sangkuriang

Lele sangkuriang merupakan hasil persilangan antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6).Tujuan persilangan ini diarahkan sebagai lele konsumsi. Jika dikawinkan kembali, kualitasnya juga nantinya akan berdampak pad lele itu sendiri dan pastinya akan menurun. Lele sangkuriang pertama kali diproduksi oleh Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) asal Sukabumi. Dari Morfologi lele sangkuriang hampir sama dengan lele dumbo. Keunggulannya, pertumbuhan lele sangkuriang lebih cepat dibandingkan dengan lele dumbo. Penulis menyarankan penggunaan jenis lele dumbo atau sangkuriang untuk budi daya sistem probiotik organik. Kedua jenis ini harus memiliki genetik yang bagus. Bukan bibit lele dari perkawinan sedarah atau bibit lele yang sakit atau cacat.

Jenis Lele Dan Syarat Ideal Budi daya Lele

Saat pendederan, pertumbuhan lele sangkuriang lebih cepat 40% dibandingkan dengan lele dumbo. Sementara itu untuk tingkat pembesaran, pertumbuhannya lebih cepat 10%’ dibandingkan dengan lele dumbo dan lele lainya. Selain pada pertumbuhan, indukan lele sangkuriang juga memiliki jumlah telur 33,33% lebih banyak dari pada lele yang lainya.dan pada unsur Kematangan  lele sangkuriang umumnya lebih lambat dibandingkan dengan lele dumbo.

Demilain Jenis Lele Yang Ideal Untuk Budi daya Lele.semoga bermanfaat

Jenis Lele Yang Ideal Untuk Budi daya Lele | seputarikan | 4.5