Cara Membuat Kolam Polikultur Yang Benar Untuk Berternak Ikan

Cara Membuat Kolam Polikultur Yang Benar Untuk Berternak Ikan

Kolam yang digunakan pada sistem polikultur sebaiknya mempunyai ukuran luas antara 2000 sampai 4000 meter persegi. Kolam polikultur dengan ukuran kurang dari 2000 meter persegi cenderung memperlambat pertumbuhan ikan yang dipelihara. Sedangkan kolam dengan luas lebih besar dari 4000 meter persegi akan menyulitkan kita pada saat pengisian air, pengeringan kolam, pengontiolan, dan panen ikan.

Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kolam untuk pemeliharaan ikan dengan sistem polikultur adalah:

1)Pematang Galengan Kolam

Pematang kolam harus dibuat dengan ukuran yang memadai, sesuai dengan luas kolam. Selain kuat untuk menahan volume air di kolam, pematang juga hams mampu menahan luapan air yang timbul karena banjir atau hujan lebat.

Sisi pematang dibuat miring dengan perbandingan 1:1 atau 1:1,5 artinyaper- bandingan antara sisi tegak dengan sisi mendatamya adalah 1:1 atau 1:1,5.

Tinggi pematang hams disesuaikan dengan luas kolam. Sebagai patokan, pematang harus lebih tinggi daripada permukaan air di kolam. Untuk kolam dengan luas 2000 meter persegi, tinggi pematang yang muncul di permukaan air cukup 30 cm. Sedangkan pada kolam yang luasnya 4000 meter persegi, tinggi pematang yang timbul di permukaan air adalah 50 cm.

Lebar pematang bagian atas dapat dibuat sama dengan tinggi pematang, tetapi tidak boleh kurang dari 1 meter agar tidak mudah hancur.

Untuk menghindari terjadinyaerosi, sebaiknya pada pematang kolam ditanam pohon-pohonan atau sayur-sayuran. Selain untuk menghindari erosi, tanaman ini dapat berfungsi sebagai peneduh bagi ikan pada siang hari dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tanaman yang umum digunakan adalah Lamtorogung (Leucaena glauca), Turi (Sesbania grandiflora), Acasia (Acasia filosa) dan berbagai jenis sayur-mayur.

 

2)Kamalir

Untuk mempermudah penangkapan ikan pada saat panen, sebaiknya dibuat kamalir di sekeliling kolam. Kamalir ini dapat menjadi tempat beikumpulnya ikan pada saat panen. Selain untuk mempermudah penangkapan ikan, kamalir ini ber­fungsi sebagai tempat beiiindung ikan terhadap serangan hama, bahaya kekeringan, atau sengatan sinar matahari.

Ukuran kamalir tergantung pada luas kolam. Untuk kolam yang berukuran kecil, kamalir cukup dibuat dengan ukuran lebar 1 meter dan dalam 30 cm. Sedang. kan untuk kolam yang berukuran besar, kamalir dapat dibuat dengan ukuran lebar 2-2,5 meter dan dalam 50 cm. Kamalir hams agak miring ke arah pintu pengeluar- an air, agar mudah digunakan untuk menggiring ikan. Di sekitar pintu pengeluaran air, kamalir dibuat dengan ukuran panjang 4 meter, lebar 2-2,5 meter dan dalam 60 cm. Kamalir ini berfungsi sebagai bak penampungan ikan pada saat panen, sehingga memudahkan untuk penangkapan ikan.

Berikut ini adalah gambar kontruksi kolam dari depan

Cara Membuat Kolam Polikultur Yang Benar Untuk Berternak Ikan

Konstruksi kolam dilihat dari depan, lengkap dengan pematang dan kamalir

A = Pematang kolam

B = Kamalir

3) Pintu air

Pintu pemasukan dan pengeluaran air sangat penting pada kolam polikultur untuk menjaga sirkulasi air di kolam, sehingga kualitas air dapat selalu terpelihara.

Pintu pemasukan dan pintu pengeluaran air terbuat dari bambu atau pipa pralon yang ditanam pada pematang kolam. Diamater bambu atau pipa pralon dapat disesuaikan dengan debit air yang ingin dicapai. Untuk mencapai debit air yang diinginkan, kadang-kadang terpaksa digunakan beberapa buah bambu atau pipa pralon sebagai pintu pemasukan atau pengeluaran air.

Pintu pengeluaran air sebaiknya terdiri dari dua bagian. Bagian pertama, yaitu pintu pengeluaran yang terletak sejajar dengan dasar kamalir. Pintu ini berfungsi untuk mengeringkan kolam pada saat panen. Sedangkan bagian kedua merupakan pintu air yang terletak di sebelah atas dari bagian pertama. Pintu pengeluaran ini berfungsi untuk mengalirkan kelebihan air yang berasal dari pintu pemasukan air atau dari pirhnjan jarak antara kedua pintu pengeluaran ini haras ditentukan dengan tepat, sebab jarak ini akan menentukan kedalaman air di kolam. Pintu pemasukan air cukup satu bagian saja dan harus terletak lcbih tinggi daripada pintu pengeluaran bagian kedua. Perbedaan ketinggian ini dimaksudkan untuk mencegah agar air di dalam kolam tidak mengalir kembali ke luar.

Untuk mencegah masuknya ikan lain ke dalam kolam atau lolosnya ikan dari kolam, sebaiknya pada pintu pemasukan dan pintu pengeluaran air dilengkapi dengan saringan yang terbuat dari bambu atau anyaman kawat. Pintu pemasukan dan pengeluaran air hams sering dikontrol, agar kemungkinan terjadinya penyumbatan oleh sampah atau benda-benda lain dapat segera diketahui.

Berikut ini gambar penampang kolam kalua di lihat dari samping

 

Cara Membuat Kolam Polikultur Yang Benar Untuk Berternak Ikan

Penampang kolam dilihat dari samping

A = Saluran pemasukan air dengan saringan

B = Saluran pengeluaran air dengan saringan

C = Pematang kolam

D = Kamalir

 

Berikut Ini Juga ada gambar saluran air yang dilengkapi dengan penyaring

Cara Membuat Kolam Polikultur Yang Benar Untuk Berternak Ikan

 

 

4) Jenis dan Kepadatan Ikan

Hampir semua jenis ikan dapat dipelihara sccara polikultur. Tentu saja harus  diperhatikan kombinasi spesies ikan yang paling sesuai dan tidak menimbulkan persaingan di antara ikan dalam mencari makanan atau pun ruang gerak.

Pengetahuan tentang kebiasaan makan dari setiap spesies ikan sangat membantu dalam menentukan kombinasi spesies di kolam. Jenis-jenis ikan pemakan tumbuh-tumbuhan air di antaranya adalah ikan tawes (Puntius javanicus), Gurami (Osphronemus gouramy). Jenis ikan pemakan plankton adalah Tambakan (helos- toma temmincki), Sepat Siam (Trichogaster pectoralis). Jenis ikan pemakan segala (omnivor) di antaranya adalah ikan Mas (Cyprinus carpio), Nila (Oreochromis niloticus), Mujair (Oreochromis mossambica). Sedangkan ikan pemakan daging (camivor) adalah ikan lele (Clarias batrachus), Tagih (Mystus nemurus).

Tingkat kepadatan setiap spesies ikan yang dipelihara dengan sistem poli­kultur adalah sama atau sedikit lebih rendah bila dibandingkan dengan tingkat ke­padatan masing-masing spesies ikan yang dipelihara secara monokultur. Hal ini mungkin, karena setiap spesies ikan mempunyai jenis dan daerah makan masing- masing.

Demikian Cara Membuat Kolam Polikulteru Yang Benar Untuk Berternak Ikan

Cara Membuat Kolam Polikultur Yang Benar Untuk Berternak Ikan | seputarikan | 4.5